Sejarah Tahu

Tahu atau tahu berasal dari daratan Cina. 164 SM, tahu ditemukan oleh Lord Liu An dari Huai-nan. Liu An adalah ilmuwan dan filsuf, penguasa dan ahli politik . Ia tertarik pada ilmu kimia dan Meditasi Tadiom. Para ahli sejarah berpendapat bahwa kemungklinan besar Liu Melakukan pengenalan makanan melalui tahu. Kemungkinan besar Liu An memadatkan tahu dengan nigari atau air laut dan menjadi kental seperti tahu saat ini.


Kata tahu atau tahu muncul pertama kali dalam sejarah Cina sekitar 800 tahun kemudian. Dikatakan bahwa Budhi Dharma, yang hidup di Cina dari tahun 500 sampai 528 telah menyiapkan sekolah Chinesse Ch'an (Zen), dan dalam ajarannya telah melibatkan dengan tahu dalam Dharma Combat. 

Tofu atau tahu menyebar ke Jepang pada abad ke delapan dan barangkali daratan Cina oleh beberapa pendeta Budha (Bhiksu) yang berkelana mondar-mandir antara Jepang dan Cina. Masuknya tahu ke Jepang melalui jalur keluarga istana, para politikisi dan ekonomi yang saat itu banyak berhubungan antara Cina dan Jepang. Para Bhiksu Budha sendiri makanan sehari-harinya adalah tofu. Di daerah sekitar candi Budha yang besar terdapat kedai-kedai tahu dan diorganisasi atau dikelola oleh para bhiksu Budha.


Dari Jepang tahu berkembang dan maju sehingga timbullah inovasi baru dibidang tahu termasuk di dalamnya: tahu beku kering (tahu beku kering), umur, tahu panggang dan nigari kinugoshi.

Bersamaan dengan menyebarnya tahu di Jepang, sifat dasar tahu setahap demi setahap mengalami perubahan. Di tangan para ahli seni masak dan keterampilan, tahu yang diproduksi lebih lunak, lebih putih dan dengan citarasa yang lebih nyaman.

Namun demikian, tahu yang produksi di kawasan pedesaan ternyata masih tetap mempertahankan tingkat kepadatan yang lama serta kaya citarasa seperti tahu dari daratan Tiongkok.

Ketika seorang Zen Master Cina, yang bernama Ingen, tiba di Jepang di tahun 1661, ia sangat terperanjat saat menemukan tahu yang tidak lagi seperti tahu yang terdapat di Cina saat ia meninggalkan Cina.

Dalam memuja jenis makanan baru ia menyusun dan mengukir kalimat sederhana yang merupakan perubahan yang masih sangat terkenal hingga saat ini.

1. Mame de

2. Shikaku de

3. Yawazaka de

Setiap baris dalam perubahan tersebut memiliki arti ganda sehingga dapat dibaca sebagai berikut:

1. Dibuat dari kedelai atau inspirasilah sesuatu yang lurus

2. Empat segi, dipotong rapi atau jadilah orang baik dan jujur.

3. Lembut atau dan memiliki hati yang baik.



Belum ada Komentar untuk "Sejarah Tahu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel